PENYEBAB PENYAKIT 3 (Habis)
Alhamdulillah, Allahumma Shali ‘Alaa Muhammadin Wa ‘Alaa
Aali Muhammad.
Dari Paparan sebelumnya (buletin Al
Alim Edisi 75 dan 77) bisa disimpulkan
bahwa penyebab penyakit bisa
bermacam-macam bergantung pada cara pandang, keilmuan, dan pengalaman
seseorang. Misalnya menurut:
Nutritionist (ahli Gizi), berdasarkan
Penelitian epidemiologis dan klinis menunjukkan bahwa kekurangan gizi menghambat
respons imunitas dan meningkatkan risiko penyakit. Berbagai penelitian yang
dilakukan selama kurun waktu 35 tahun yang lalu membuktikan bahwa gangguan
imunitas adalah suatu faktor antara (intermediate factor) kaitan gizi dengan
penyakit infeksi.
Psikologist (Ahli Jiwa), orang yang
kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan
berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah kondisi stress,
depresi, dan gangguan kecemasan yang bisa menyebabkan sakit kepala, hipertensi,
diabetes, gangguan jantung dan lain-lain.
Dokter (Ahli Medis), penyakit
disebabkan oleh anomalinya fungsi-fungsi organ tubuh. Misalnya penyakit ginjal
yang disebabkan Gangguan kesehatan radang dinding pembuluh darah yang membuat
darah tidak bisa mengalir ke ginjal, Gagal jantung atau hati yang membuat
volume darah ke ginjal berkurang, dan lain-lain.
Agama Islam (HR Muslim, no. 1599.) “Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh manusia
terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh
juga baik. Jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak.
Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati”.
Ustad Dhanu ( penafsiran dari Agama
Islam) bahwa apa saja musibah (penyakit) yang menimpa oleh seseorang disebabkan
oleh dirinya sendiri (perbuatan atau akhlak yang buruk) dan yang
menyembuhkannya Allah SWT (dengan cara istigfar memohon ampun).
Jika pendapat-pendapat ini dianggap
sebagai premis maka silogisnya kira-kira sebagai berikut: Jika kita selalu
berbuat (akhlak) baik maka hati pun menjadi baik serta kesehatan mental tidak
terganggu yang menyebabkan fungsi-fungsi organ tubuh berjalan sebagaimana
mestinya (fitrahnya) sehingga proses penyerapan gizi dari makanan yang kita
cerna akan maksimal.
Ada sebuah amsal
(cerita/permisalan): 1. suatu hari Juned setelah mendapat gaji untuk dibagi ke
istrinya kehujanan dan tidak sakit. 2. Namun pada hari yang lain Juned setelah
dimarahi istri kehujanan kemudian jatuh sakit. Hal ini disebabkan yang pertama
Juned dalam keadaan bahagia (berbuat baik kepada istri) dan yang kedua Juned
dalam keadaan derpresi (kesehatan mental terganggu) karena dimarahi istri. Dalam
keadaan depresi (stress/cemas) apapun yang kita makan tidak akan sempurna
diserap tubuh. Masih untung kalau saja ada 20%nya saja makanan kita yang makan
mampu diserap tubuh kita…Wallahu’alam
Komentar
Posting Komentar