Islam anti Korupsi
Kita Gerakan Anti Korupsi di
Sekolah
Alhamdulillah, Allahumma Shali ‘Alaa Muhammadin Wa ‘Alaa
Aali Muhammad.
Korupsi adalah isu kemanusiaan
paling populer di zaman ini. Ia dianggap problem paling serius terutama dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Di Indonesia, permasalahan korupsi
adalah persoalan serius yang harus dituntaskan. Semua elemen kebangsaan, saling
bersinergi untuk bersama-sama menghalau korupsi di seluruh pelosok negeri.
Demikian halnya, Islam sebagai agama terbesar yang dianut di Indonesia, harus
bertanggung jawab serta pro-aktif dalam penuntasan budaya korupsi. Jika tidak,
Islam hanya akan menjadi agama tanpa fungsi, agama yang tidak mencerahkan
sekaligus menjadi bahan cemoohan bagi budaya-budaya lain.
Di dalam leksikal konsep keislaman,
korupsi punya banyak peristilahan. Di antara istilah yang paling populer untuk
menyebut korupsi adalah al-rishwah (suap), saraqah (pencurian), dan gasysy (penipuan) dan khianat (penghianatan).. Meski demikian, keempat istilah ini adalah istilah
teknis untuk menerangkan macam-macam penyelewengan yang biasa dilakukan
manusia. Istilah ini sendiri pada dasarnya adalah alat bantu bagi kaum Muslimin
agar tetap fokus pada amanat filosofis tentang keadilan. Bahwa Islam adalah
agama keadilan, sebaliknya, sangat memerangi ketidakadilan. Korupsi adalah
penyelewengan yang secara langsung menentang penegakkan keadilan.
Al-‘adâlah
adalah kata kunci dalam Islam. Hal inilah kenapa tujuan hukum tashrî‘ (maqâsid al-ahkâm al-shar‘îyah)
adalah rahmat li al- ‘âlamîn (rahmat
bagi seluruh alam). Rahmat tersebut dijelaskan melalui: tahzib al-fard (mendidik dan memperbaiki individu) demi harkat dan
martabat kemanusiaan, iqâmat al-‘adl fi
al-jamâ‘ah (menegakkan keadilan sosial) dan tahqîq al-masâlih (penciptaan kemaslahatan-kemaslahatan).
Konsep rahmat li al-‘âlamîn adalah
konsep besar dan megah. Konsep ini adalah salah satu tanda betapa Islam
diharapkan menjadi ajaran yang dibutuhkan oleh seluruh umat manusia dan seluruh
alam semesta, tidak hanya bagi orang-orang yang telah menjadi mukmin. Nabi
Muhammad membawakan Islam dalam bingkisan kebahagiaan. Ia isimbolkan sebagai
pelita di gulita gelap kesengsaraan. Islam datang sebagai pengharapan dan optimisme untuk
keluar dari rasa sakit dan siksa, sejak manusia hidup hingga setelah dihidupkan
kembali.
Dikaitkan dengan korupsi, Islam dan
rahmat li al-‘âlamîn adalah
penjelasan bahwa korupsi adalah perilaku jâhilîyah
yang harus ditinggalkaan.
Islam mengajarkan bahwa penindasan, kesewenang-wenangangan, dan penyelewengan adalah sikap hidup
yang bisa menyakiti manusia lain. Hal ini berarti bahwasanya Islam mengajarkan
adil dan bajik adalah anti-tesis dari perilaku korupsi.Bagaimana mencegah agar tidak ada korupsi ? Jawaban yang paling mendasar adalah dengan meningkatkan iman dan taqwa .Bila iman dan taqwa kuat mereka yang tergoda untuk korupsi itu akan segera sadar bahwa Allah dimana dan kapanpun selalu melihat dan menyaksikan perbuatan hambanya. Sepanjang iman dan taqwa seseorang tak terjaga tindak korupsi itu akan selalu marak. Kunci pencegahannya adalah pendidikan agama yang kafah atau utuh : teori, praktek , keteladanan guru2 dan para pemimpinnya.
Wallahualam
Komentar
Posting Komentar