MABRUR
Alhamdulillah, Allahumma Shali ‘Alaa Muhammadin Wa ‘Alaa
Aali Muhammad.
Kata
maqbul dan mabrur sangat identik dengan ibadah Haji dan Umroh. Haji maqbul atau
haji mabrur sering diucapkan sebagai bagian dari doa di media sosial bagi orang
yang berangkat Haji atau Umroh. Tidak ada definisi khusus yang dapat
mengartikan kedua kata tersebut. Namun kata maqbul dan mabrur sering dimaknai
sebagai “diterima oleh Allah SWT”. Jadi, saat seseorang mengatakan “semoga
menjadi Haji atau Umroh mabrur” maka
artinya adalah semoga amal ibadah perjalanan Haji atau Umroh kita diterima
Allah SWT.
Merujuk pada Kitab Lisan al-Arab, kata mabrur memiliki
makna 'perbuatan baik', 'bersih', dan 'suci', serta 'makbul'. “Artinya, haji
mabrur itu ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT karena yang bersangkutan
tidak melakukan perbuatan dosa, tidak maksiat dan perbuatannya semakin baik
dibandingkan dengan sebelum ia berhaji
Untuk bisa memahami makna maqbul dan mabrur, para ulama
ada yang membedakannya sebagai berikut.
1. Haji atau Umroh maqbul adalah Haji atau Umroh yang
diterima Allah SWT. Orang yang melaksanakannya mendapat pahala berhaji atau
berumroh dan kewajiban berhaji atasnya telah terhapus atau telah terlaksanakan.
2. Haji atau Umroh yang mabrur adalah Haji atau Umroh
yang membuat orang yang melaksanakannya menjadi pribadi yang lebih baik. Sebab
semua makna ibadah selama berhaji atau berumroh telah melekat di hatinya dan
diamalkan dalam kehidupannya.
Jika kita bicara tentang bagaimana mengetahui kemabruran
seseorang, sebenarnya, tidak ada ciri atau tanda tertentu yang dapat memastikan
apakah ibadah Haji atau Umroh seseorang diterima Allah SWT atau tidak.
Begitupula tidak ada ketentuan khusus yang harus dilakukan agar memenuhi syarat
maqbul atau mabrur tersebut. Diterima atau tidaknya amal ibadah seseorang
adalah hak mutlak Allah SWT dan hanya Dia-lah yang mengetahuinya. Tidak orang
lain dan tidak juga diri kita bisa menyatakan apakah Haji atau Umroh kita
maqbul dan mabrur.
Meskipun tidak dapat dipastikan diterima atau tidaknya
ibadah haji seseorang, banyak ulama yang berpendapat bahwa haji mabrur memiliki
ciri-ciri yang dapat dilihat pada kehidupan sehari-harinya. Salah satunya
adalah meningkatnya ketaqwaannya kepada Allah SWT. Peningkatan taqwa ini bisa
dilihat dari kualitas ibadah sepulang dari tanah suci dimana yang bersangkutan
menjadi lebih baik dan konsisten. Ia juga memperbaiki dan meningkatkan hubungan
baiknya dengan sesama umat manusia, menjaga lisannya, menghindari segala
perbuatan maksiat, dan sebagainya.
Wallau alam
Komentar
Posting Komentar