Lingkungan Hidup


Alhamdulillah,  Allahumma Shali ‘Alaa Muhammadin Wa ‘Alaa Aali Muhammad.
Isu global yang dominan dewasa ini adalah Demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM) dan Lingkungan Hidup. Ketiga isu ini menjadi dominan karena tidak selayaknya masalah demokrasi, HAM dan Lingkungan Hidup terjadi Pada era industrri 4.0 ini. Sejumlah perangkat penangkal ketiga masalah isu ini begitu terang benderang dikampanyekan di berbagai media dan perangkat hukum dan norma baik yang bersifat lokal maupun internasional. Khusus mengenai isu Lingkungan hidup yang bertepatan dengan hari lingkungan hidup Indonesia tanggal 10 Januari menjadi menarik untuk dikaji dalam perspektif islam. Apakah islam  tidak bisa menjawab tantangan isu2 tersebut ataukah islam dan Al Qur'anya merupakan muzijat hidup (living miracle) yang mampu menjawab setiap persoalan dunia.
Lingkungan hidup merupakan kesatuan sistem yang berkaitan antara satu dengan yang lain seperti ruang, benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup. Di dalamnya termasuk bagaimana manusia berperilaku terhadap lingkungannya sehingga mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia itu sendiri serta makhluk lainnya.
Peran serta manusia sebagai kholifah di bumi dalam mengatasi lingkungan hidup. Selain manusia bertanggung jawab pada dirinya sendiri dan hartanya, dia juga harus memikul tanggung jawab terhadap sesama makhluk hidup lainnya dan seluruh alam. Karena manusia sebagai kholifah di bumi yaitu untuk dapat memakmurkan bumi (alam yang paling dekat dengan manusia) dengan jalan amal terbaik atau karya kreatif.
Syariat Islam sangat memperhatikan kelestarian alam. Meskipun misalnya dalam melaksanakan jihâd fi sabîlillah, kaum Muslimin tidak diperbolehkan membakar dan menebangi pohon tanpa alasan dan keperluan yang jelas. Adalah perbuatan sangat dholim mereka yang membakar hutan seenak perutnya sebab yang akan jadi korbannya bukan hanya alam fauna dan flora tetapi semua manusia tua, muda, bahkan bayi yang ada dalam kandungan ibunya; mereka itu apakah perorangan atau korporasi harus dihukum seberat-beratnya.
Kerusakan alam dan lingkungan hidup yang kita saksikan sekarang ini merupakan akibat dari perbuatan umat manusia. Allâh Azza wa Jalla menyebutkan dalam firmanNya :"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [ar-Rûm/30:41] 
Ayat ini jika ditafsirkan secara sederhana menerangkan bahwa apabila terjadi kerusakan lingkungan, hal ini disebabkan oleh perbuatan manusia. Konsekwensinya manusia akan menerima balasan buruk dari tindakan merusak lingkungan itu antara lain : mendapatkan penyakit, banjir dikala musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.Karena negara kita berbatasan dengan  negara lain seperti Singapur dan Malaisya mereka juga akan kebagian dampak negatifnya tentu hal ini akan sangat memalukan.

Komentar

Postingan Populer