HIDUP BAHAGIA


وَبَرَكَاتُهُ

Setiap orang pasti ingin hidup bahagia di dunia dan mendapatkan surga di akherat. Tujuan luhur dan agung itu tidak akan datang begitu saja melainkan harus melalui usaha keras dan cerdas. Secara fisik , badan kita harus sehat, supaya sehat perlu mendapat masukan atau mengkonsumsi makanan sehat dan halal. Lingkungan sosial ekonomi dan budaya juga hendaknya baik tidak diliputi polusi yang  menyesakkan dada. Sebahagian lingkungan itu ada dalam kendali kita tetapi yang lainnya di luar kendali kita.
Mari kita kaji faktor2 yang ada dalam kendali kita saja antara lain : masukan makanan dan minuman sehari-hari, lingkungan sekitar rumah kita, relasi kita dengan tetangga dan teman bekerja serta relasi kehidupan keluarga batih kita masing2.
Yang menyebabkan kita tidak bahagia itu adalah karena  adanya masalah yang kita hadapi; makin banyak masalah dan makin berat masalahnya maka beban kita makin berat dan dampaknya kita makin tidak merasa bahagia atau menderita.
Masalah akan terasa ringan apabila kita menyukai atau mencintai pekerjaan yang kita hadapi dan akan terasa berat atau menimbulkan derita bila kita tidak menyukai pekerjaan tersebut. Para politisi pada awal kemerdekaan seperti Bung Karno dan Bung Hatta dll tidak merasa takut masuk penjara dalam melaksanakan tugas politiknya. Kata Ilmuwan Einstein  yang melahirkan teori relativitas bahwa bila kita sedang melaksanakan pekerjaan yang kita sukai waktu itu relatif sangat cepat berakhir sebaliknya ketika kita sedang menunggu giliran memperoleh hadiah atau sakit waktu itu terasa sangat lama bergulir.
Atas dasar itu ada yang mengatakan bahwa ilmu bahagia itu Rumusnya sederhana saja  yaitu : C (Cinta) – P(Peyebab Masalah) = B (Bahagia). Pertama Cintailah pekerjaan anda,hilangkan Penyebab Masalah atau cari Solusi Masalah ;maka hasilnya anda akan merasa Bahagia. Kalau menurut agama Islam Ilmu Bahagia itu Rumusnya S-S. Syukuri setiap nikmat yang diperoleh dan Sabar apabila musibah menimpa.


Komentar

Postingan Populer