#28 Tujuan dan Hikmah Shalat
Alhamdulillah, Allahumma Shali ‘Alaa Muhammadin Wa ‘Alaa
Aali Muhammad.
Shalat adalah
ibadah yang diwajibkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman sebagai
sarana untuk meraih kebahagiaan (Q.S. Al-Baqarah/ 2 : 45).
Artinya: “Jadikanlah sabar dan Shalat sebagai
penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali
bagi orang-orang yang khusyu’
Karena Allah
Mengetahui bahwa manusia butuh kebahagiaan maka Shalat diwajibkan kepada orang yang
beriman. Sedangkan tujuan Shalat dalam Islam adalah untuk menjadikan manusia
yang menegakkannya selalu ingat kepada Allah Swt. Allah berfirman
dalam QS. 20:14 :Artinya: “Sesungguhnya
Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku
dan dirikanlah Shalat untuk mengingat-Ku.”
Bila
seorang muslim dalam hari-harinya senantiasa ingat kepada Allah Swt. maka
hatinya akan menjadi tenang. Bila hatinya sudah tenang, maka dia akan merasakan
kebahagiaan karena bahagia itu adanya dalam ketentraman hati. "Ketahuilah dengan dzikir (ingat) kepada Allah akan menentramkan hati" (QS.Ar-ra'du : 28 ).
Shalat yang dapat
mendatangkan kebahagiaan bagi pelakunya adalah mereka yang mendirikan Shalat
sebagaimana Shalatnya Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana sabda Nabi,“Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kamu
melihat saya Shalat.” (HR. Bukhari). Dari Hadits ini dapat
dipahami bahwa gerak dalam shalat bukan sembarang gerak, tetapi harus
seperti geraknya Nabi dan bacaan dalam shalat bukan sembarang bacaan,
tetapi harus seperti membacanya Nabi saw.
Sabda nabi Muhammad
saw, “Bila seseorang di antara kalian
sedang shalat, maka sesungguhnya dia sedang bermohon (sedang berbisik, sedang
berdialog) dengan Tuhannya (Allah Swt). (HR. Bukhari ).
Sekarang kita
bertanya: “Apa benar waktu saya sedang shalat saya sedang berbisik, sedang
bermohon padanya…? ataukah kita sedang berbicara sendirian karena tidak
mengerti apa yang sedang kita ucapkan….? Jawabannya ada dalam diri kita
masing-masing. Namun lebih jelasnya Allah swt. berfirman dalam surat An-Nisaa
ayat 43,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
Shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan…”
Orang mabuk adalah orang
yang tidak menyadari keadaan dirinya. Apabila orang yang shalat tidak
mengingat Allah SWT tetapi malah ingat urusan dunia saja, hakikatnya
ia sedang mabuk atau dimabukan oleh dunia...
Wabillahi taufik wal
hidayah....Wallahu’alam...
Komentar
Posting Komentar