#26 Kemuliaan Seorang Ibu
Alhamdulillah, Allahumma Shali ‘Alaa Muhammadin Wa ‘Alaa
Aali Muhammad.
Dari Abu Hurairah r.a,
Rasululloh saw bersabda, “Seseorang
datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai
Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu
‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali
bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam
menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’
Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa
lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR.
Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Imam
Adz-Dzahabi rahimahullaah dalam
kitabnya Al-Kabaair memberikan penjelasan lebih luas tentang sosok
Ibu dalam hadits tersebut:
Ibumu
telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah
sembilan tahun. Dia
bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.Dia
telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena
menjagamu.Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu
dari padadirinya serta makanannya.Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan
bagimu.Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau
mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali
kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang
mengobatimu.Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan
meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.Betapa banyak
kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Dia
selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Tatkala ibumu membutuhkanmu di
saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga
di sisimu.
Engkau
kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan. Engkau
mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu. Engkau lupakan semua kebaikan
yang pernah dia perbuat. Berat
rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah. Engkau kira ibumu ada di sisimu
umurnya panjang padahal umurnya pendek.Engkau tinggalkan padahal dia tidak
punya penolong selainmu. Padahal
Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan
yang lembut. Engkau
akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Allah akan
membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.
Selamat Hari Ibu
22 Desember 2017
Komentar
Posting Komentar